Langsung ke konten utama

Kebersamaan dan Perpisahan



Kebersamaan yang nyaman. Iya nyaman karena lama terbiasa bersama. Bahagia bersama, tertawa bersama, berbagi bersama, sedih bersama, menangis bersama. Bagaimana yang sudah terbiasa bersama dan saling mengasihi seperti itu harus berpisah?. Semua orang tidak selamanya akan bersama, karna pada akhirnya kita akan kembali ke sang pencipta sendiri-sendiri. Namun sebelum itu biasanya ada juga yang mengalami perpisahan karna jarak. Banyak orang yang mengalami perpisahaan jarak ini seperti sepasang kekasih yang LDR, seorang anak yang merantau, atau seorang teman yang pindah kesuatu tempat yang jauh. Ya, pada intinya suatu saat jika ingin dan bisa mereka akan bertemu kembali. 

Aku pun udah sering ngalamin yang namanya terpisah oleh jarak kayak gini, mau berpisah sama sahabat atau keluarga udah pernah tapi kalo pacar belom dan kayaknya gabisa deh haha. Karena itu yang aku mau bahas kali ini terpisah oleh jarak dengan keluarga dan sahabat. Sebenernya aku sendiri gak pernah suka sama yang namanya perpisahan, tapi malah sering ngalamin. Dari kecil udah biasa pindah-pindah dan beradaptasi sama tempat baru. Dan yang paling berasa beratnya adalah terakhir kali pindahan. Mungkin karena udah remaja kali ya jadi lebih ngerasa sedihnya. Kalo dulu kan masih kecil, masih masa bodo dan ikut-ikut aja. Pindahan kali ini terasa banget harunya. Berpisah sama keluarga yang setiap hari ketemu dari kecil, dan sahabat yang hampir setiap hari berbagi canda. rasanya tuh huhuhu..

Iya kali ini aku mau bagi rasa sedih itu soalnya lagi kangen sama mereka *oke abaikan* cuma mau berbagi rasa pengalaman aja kok. hihi.

1. Pertama bangeeeet.
Yang paling ngangenin adalah perhatian mereka yang ngelebihin orang tua aku, emak dan bapak({}) mereka orang tua dari papa aku.

foto saat hari ibu 2012



Dari kecil aku udah tinggal sama mereka, udah diurusnya sama mereka, sering dimanjain sama mereka, sampe lulus Sekolah Menengah Kejuruan masih diurus, tinggal bareng, dan dimanjain sama mereka. Sayang aku juga lebih besar buat mereka sih hihi. Kalau inget mereka sekarang sedih dihari tua mereka aku malah harus pindah jauh beda kota. Banyak hal yang aku pelajarin dari mereka. Buat aku mereka guru segala-gala hal. Menurut aku mereka sebaik-baiknya orang terbaik yang aku kenal. Aku bahagia terlahir sebagai cucu mereka.

Mereka itu spesial, apa pun di lakuin buat aku senang, buat aku tersenyum, buat menghapus airmata aku pun mereka sanggup. mereka pelangi yang mengganti setiap hujan yang menghampiri ku. Entah bagaimana pun kondisinya mereka akan selalu menjadi yang terbaik yang aku punya. Aku gak tau gimana cara membalas jasa mereka. Karena aku tau hanya dengan uang berapa pun tidak akan pernah cukup untuk membayarnya.
I Love You and I Miss You My Super Grandpa and Grandma :*

2. Kedua masih keluarga. 
Tante tercinta dan anaknya my beloved sista hihi, mereka udah segala-gala deh bisa jadi, keluarga, sahabat, kakak, adik, the best banget haha. Mama ivi gak pernah beda-bedain anak sama ponakannya, aku berasa banget kayak anaknya sendiri. Apalagi pas tau aku mau pindah, dia orang pertama yang nangis sesenggukkan sambil meluk aku, dan itu rasanyaaa huhu. Tadinya bisa aja gak sedih pas dipeluk sambil nangis eh, ikut netes juga:". 

Ayu juga, dia lebih dari sekedar saudara buat aku dia itu saudara, adik, sahabat, kadang musuh haha. Banyak hal yang sering kami lakuin bareng-bareng. Aku sering banget ikut pergi sama mereka, dari sekian banyak ponakannya cuma aku lho yang diajak haha. Sering banget bercanda, curhat, kuliner, shopping, entahlah banyak hal yang sering kami lakuin bertigaan, udah kayak temen se-genk aja haha. 

Apalagi sama ayu, udah soulmate banget. Kurang lebih 5 tahun tidur sekamar sama dia, tiap sebelum tidur pasti ada aja yang diobrolin ntah curhat, ntah ngetawain orang, ntah niruin sura tukang sate madura yang lewat depan rumah haha, karena kamar kita didepan jadi kedengeran. Biasanya kalo udah berisik berdua gak bisa selesai sampe dimarahin sama bapak baru diem haha. Kangen goyuu, kemarenan dia sempet sakit tapi aku jauh gak bisa ketemu, itutuh rasanyaaaa huhu:". 


ini kita bertiga waktu masih kecil hihi


3. Yang ketiga sahabat. 
Kami menyebutnya Gece, sebelumnya aku udah pernah nulis disini. Mereka itu malaikat yang nyamar jadi anak-anak gila hahaha. Kalo udah ketemu sama mereka dari a-z bakalan dibahas, dan ketawa gak abis-abis. Itu dia kenapa semenjak naik kelas 3 smk badan aku nambah berat karena bahagia terus ketawa sama mereka. 

Sekarang? kangen banget sama mereka yang biasanya ngapain aja bareng, hampir setiap hari. Sekarang udah pada kerja, jarang ngobrol, apalagi ketemuan, akukan jauh. Mereka juga orang yang bikin aku terharu sampe nangis dikereta pas mau berangkat pindah, huhu. I Love Them So Much:* 

Mereka tuh udah kayak keluarga kedua aku., jarak boleh jauh tapi hati kita bakal tetep sahabatan sampai menua kok, haha:") Banyak kenangan yang diceritain semaleman aja gak bakal selesai tapi selalu diinget kok. Mau berbagi beberapa kelakuan kami nih.
ini kebersamaan dikelas :p
ini juga dikelas pas orang-orang udah pada pulang kita masih narsis, haha.
keseruan sesampai dihotel pas perpisahan haha.

perpisahan angkatan 2013


Kelulusan angkatan 2013, ini klimaks huhu

dan ini terakhir foto bareng mereka..
 Semoga bisa cepet ketemu mereka lagi, kangen banget huhu ({}) aku pindah bukan karena dipaksa atau terpaksa. Walaupun sedih tapi hidup yang kita jalani ini sebuah pilihan. Semoga pilihan ini bisa jadi baik buat kedepannya. Semoga pilihan dihidup kalian juga bisa menjadi modal masa depan kita yaa :")

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hi, 3

ya salah. tetapi aku masih yakin. ini bukan menyimpang. hanya sedang bosan. kembali suatu saat, kau akan bosan lagi.. lagi.. dan lagi.. -aku yang ya, salah- @erlianapbrnt

Aku Sang Titipan Pernah Berfikir

Aku pernah berfikir harusnya mereka bisa memberiku lebih dari ini. kemudian aku menangis. Aku pernah berfikir aku lebih baik dari kalian tapi nyatanya nothing. aku menangis, tapi aku menyalahkan mereka (orang tua).   Kenapa aku selalu menuntut kepada mereka? aku ini bukan siapa-siapanya. Aku hanya manusia yang dititipkan oleh tuhan pada mereka. mereka telah menjagaku, mengurusku, mendidikku, hingga seperti ini. Apa bayaranku untuknya? tidak ada yang bisa membayarkan lelahnya mereka. Lalu kenapa aku masih saja menuntut macam-macam dari mereka? atas hak apa aku menuntut kepada mereka? rasanya tak pantas sedikitpun saja belum pernah ku balas jasa mereka. Lalu aku hanya menyakiti hatinya dengan macam-macam tuntutan yang belum bisa mereka kabulkan. Sudahlah cukup. Hentikan. Carilah bahagiaku sendiri dengan sakitku dulu. Berjuanglah lebih kuat dari mereka, walau aku tau aku memang lemah jika dibandingkan dengan mereka. Namun senyum mereka akan kembali jika aku tulus dan berhasil. Jang...

Sekarang

Kisahku dan kisahmu telah berbeda Seperti yang ku sadari kau bergerak maju  Sedangkan aku tetap pada masa lalu  Masa lalu yang menyimpan kenangan-kenangan indah kita saat kau bersamaku, saat kisah kita masih menjadi satu kau telah melaluinya dengan langkah terbaik namun salahmu tak pernah mengajakku untuk melanjutkan langkah ini dan hanya meninggalkan ku sendiri yang tak mampu melangkah tanpamu