Langsung ke konten utama

Disaat harus lebih menggunakan logika dibanding hati

Cinta emang pake hati bukan logika. memilih tetap bertahan walau terus disakitin katanya karena terlanjur cinta dan yakin kalo si dia bakal berubah. terbiasa sakit hati, dan gak sadar. lalu lama kelamaan gak sanggup buat pergi padahal terlalu lemah untuk bertahan. Iyaa cinta emang pake hati. tapi bukan menghilangkan harga diri. iyaa cinta itu jangan pake gengsi tapi kalo udah nyakitin buat apa bertahan? masih banyak pilihan lain untuk bahagia. kalo kalo cintanya udah bikin gak bahagia, ngapain juga masih bertahan. karena pada dasarnya dia takakan pernah berubah dan hati tak pernah bisa dipaksa. menata ulang hati emang gak segmpang menata rumah yang berantakkan. tapi harus tau dimana saatnya lebih menggunakan logika dibanding hati. kalo kita pergi dia gakakan bisa nyakitin kita lagi kan?!. bahagia itu berasal dari kita sendiri bukan sesuatu atau seseorang yang sering disebut moodbooster. jangan pernah ngegantungin kebahagiaan kita pada seseorang, maka kita gak akan merasakan sakit yang mendalam ketika dia mengacuhkan kita begitu saja.
so, let's move on walau gak mudah. dan jangan ngulangin kesalahan yang sama (menggantungkan kebahagiaan diri sendiri ke sesuatu atu seseorang). I love my self hohoho ;))

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hi, 3

ya salah. tetapi aku masih yakin. ini bukan menyimpang. hanya sedang bosan. kembali suatu saat, kau akan bosan lagi.. lagi.. dan lagi.. -aku yang ya, salah- @erlianapbrnt

Aku Sang Titipan Pernah Berfikir

Aku pernah berfikir harusnya mereka bisa memberiku lebih dari ini. kemudian aku menangis. Aku pernah berfikir aku lebih baik dari kalian tapi nyatanya nothing. aku menangis, tapi aku menyalahkan mereka (orang tua).   Kenapa aku selalu menuntut kepada mereka? aku ini bukan siapa-siapanya. Aku hanya manusia yang dititipkan oleh tuhan pada mereka. mereka telah menjagaku, mengurusku, mendidikku, hingga seperti ini. Apa bayaranku untuknya? tidak ada yang bisa membayarkan lelahnya mereka. Lalu kenapa aku masih saja menuntut macam-macam dari mereka? atas hak apa aku menuntut kepada mereka? rasanya tak pantas sedikitpun saja belum pernah ku balas jasa mereka. Lalu aku hanya menyakiti hatinya dengan macam-macam tuntutan yang belum bisa mereka kabulkan. Sudahlah cukup. Hentikan. Carilah bahagiaku sendiri dengan sakitku dulu. Berjuanglah lebih kuat dari mereka, walau aku tau aku memang lemah jika dibandingkan dengan mereka. Namun senyum mereka akan kembali jika aku tulus dan berhasil. Jang...

Sekarang

Kisahku dan kisahmu telah berbeda Seperti yang ku sadari kau bergerak maju  Sedangkan aku tetap pada masa lalu  Masa lalu yang menyimpan kenangan-kenangan indah kita saat kau bersamaku, saat kisah kita masih menjadi satu kau telah melaluinya dengan langkah terbaik namun salahmu tak pernah mengajakku untuk melanjutkan langkah ini dan hanya meninggalkan ku sendiri yang tak mampu melangkah tanpamu