Langsung ke konten utama

Seperti kalimat "semua akan indah pada waktunya"



Ketika tuhan memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan

Ketika kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang kamu harapkan

Ketika kebetulan yang tidak pernah kamu duga terjadi begitu saja

Semua ada alasannya, bukan hanya untuk saat ini tapi alasannya akan terjawab dimasa yang akan datang. Maka dari itu kita harus bisa bersabar. Banyak orang bilang: sabar itu ada batasnya! Mau sampe kapan?. Ini adalah kalimat yang salah. Bersabar itu tidak boleh ada batasnya. Orang yang terus bersabar akan merasakan alasan mengapa semua harus terjadi seperti itu.

Kadang orang yang terlihat seolah tidak memiliki masalah apapun didalam hidupnya, itu bukan karena memang dia tidak memiliki masalah sama sekali. Orang-orang tersebut lebih pintar menyembunyikan apa yang membuat resah hatinya. Orang ini lebih percaya kepada tuhannya, bahwa masalah yang dia dapatkan tidak akan melebihi kemampuannya.

Yakin, percaya, sabar, taawakal, apa yang kamu inginkan belum tentu tidak dikabulkan karena kamu tidak membutuhkannya. Tetapi seperti kalimat "semua akan indah pada waktunya", percayalah tidak ada yang tidak mungkin. Bisa saja apa yang kamu inginkan akan menjadi apa yang kamu butuhkan dikemudian hari dan hal itu akan terkabul. Se-ma-ngat.... Gan-bat-te.... Hwai-ting....

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hi, 3

ya salah. tetapi aku masih yakin. ini bukan menyimpang. hanya sedang bosan. kembali suatu saat, kau akan bosan lagi.. lagi.. dan lagi.. -aku yang ya, salah- @erlianapbrnt

Aku Sang Titipan Pernah Berfikir

Aku pernah berfikir harusnya mereka bisa memberiku lebih dari ini. kemudian aku menangis. Aku pernah berfikir aku lebih baik dari kalian tapi nyatanya nothing. aku menangis, tapi aku menyalahkan mereka (orang tua).   Kenapa aku selalu menuntut kepada mereka? aku ini bukan siapa-siapanya. Aku hanya manusia yang dititipkan oleh tuhan pada mereka. mereka telah menjagaku, mengurusku, mendidikku, hingga seperti ini. Apa bayaranku untuknya? tidak ada yang bisa membayarkan lelahnya mereka. Lalu kenapa aku masih saja menuntut macam-macam dari mereka? atas hak apa aku menuntut kepada mereka? rasanya tak pantas sedikitpun saja belum pernah ku balas jasa mereka. Lalu aku hanya menyakiti hatinya dengan macam-macam tuntutan yang belum bisa mereka kabulkan. Sudahlah cukup. Hentikan. Carilah bahagiaku sendiri dengan sakitku dulu. Berjuanglah lebih kuat dari mereka, walau aku tau aku memang lemah jika dibandingkan dengan mereka. Namun senyum mereka akan kembali jika aku tulus dan berhasil. Jang...

Sekarang

Kisahku dan kisahmu telah berbeda Seperti yang ku sadari kau bergerak maju  Sedangkan aku tetap pada masa lalu  Masa lalu yang menyimpan kenangan-kenangan indah kita saat kau bersamaku, saat kisah kita masih menjadi satu kau telah melaluinya dengan langkah terbaik namun salahmu tak pernah mengajakku untuk melanjutkan langkah ini dan hanya meninggalkan ku sendiri yang tak mampu melangkah tanpamu