Langsung ke konten utama

Tuhan... terimakasih.



Aku sayang,
iya bahkan terlalu sayang,
sayang pada keluarga yang tuhan berikan untukku.

Aku sayang pada mereka,
mereka yang selalu merindukan ku,
mereka yang tak pernah lupa tentang aku,
mereka yang selalu menunggu aku untuk kembali.

Aku sayang,
sangat sayang pada kalian,
kalian yang tak pernah lupa menyebutkan nama ku dalam doa,
kalian yang selalu ikut bahagia dan bangga dengan apa yang aku capai,
kalian yang selalu memberikan semangat disaat aku sudah rapuh.

Tuhan terimakasih,
Terimakasih atas semua manusia yang telah kau ciptakan untuk menjalani hari bersama ku.

Tuhan aku tau aku sudah jauh lebih beruntung dari banyak manusia lain diluar sana,
tapi satu aku merindukan seorang pengisi hati,
orang yang tak ragu untuk menyayangiku,
orang yang bisa menghargaiku sebagai wanita seperti ibunya,
orang yang mengajakku berjalan tetap dijalanmu,
orang yang ingin menjadi imam untukku ketika solat,
orang yang selalu bertanggungjawab atas apa yang telah dia lakukan terhadap ku,
orang yang menjadi pemimpin keluarga kecil baruku,
orang yang menjadi ayah buat anak-anakku,
orang yang selalu membutuhkan aku disampingnya.

Tuhan, terimakasih….

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hi, 3

ya salah. tetapi aku masih yakin. ini bukan menyimpang. hanya sedang bosan. kembali suatu saat, kau akan bosan lagi.. lagi.. dan lagi.. -aku yang ya, salah- @erlianapbrnt

Aku Sang Titipan Pernah Berfikir

Aku pernah berfikir harusnya mereka bisa memberiku lebih dari ini. kemudian aku menangis. Aku pernah berfikir aku lebih baik dari kalian tapi nyatanya nothing. aku menangis, tapi aku menyalahkan mereka (orang tua).   Kenapa aku selalu menuntut kepada mereka? aku ini bukan siapa-siapanya. Aku hanya manusia yang dititipkan oleh tuhan pada mereka. mereka telah menjagaku, mengurusku, mendidikku, hingga seperti ini. Apa bayaranku untuknya? tidak ada yang bisa membayarkan lelahnya mereka. Lalu kenapa aku masih saja menuntut macam-macam dari mereka? atas hak apa aku menuntut kepada mereka? rasanya tak pantas sedikitpun saja belum pernah ku balas jasa mereka. Lalu aku hanya menyakiti hatinya dengan macam-macam tuntutan yang belum bisa mereka kabulkan. Sudahlah cukup. Hentikan. Carilah bahagiaku sendiri dengan sakitku dulu. Berjuanglah lebih kuat dari mereka, walau aku tau aku memang lemah jika dibandingkan dengan mereka. Namun senyum mereka akan kembali jika aku tulus dan berhasil. Jang...

Sekarang

Kisahku dan kisahmu telah berbeda Seperti yang ku sadari kau bergerak maju  Sedangkan aku tetap pada masa lalu  Masa lalu yang menyimpan kenangan-kenangan indah kita saat kau bersamaku, saat kisah kita masih menjadi satu kau telah melaluinya dengan langkah terbaik namun salahmu tak pernah mengajakku untuk melanjutkan langkah ini dan hanya meninggalkan ku sendiri yang tak mampu melangkah tanpamu