Langsung ke konten utama

Surat Seorang Perindu

Dear kamu,

         Apa kabar?, ah pertanyaan ku terlalu basabasi ya.. hehe. Banyak waktu yang terlewati begitu saja tanpa aku tahu lagi tentang kamu dan begitu juga kamu tentang aku. Tapi waktu yang sudah kita lalui bersama benar-benar masih terekam jelas dimemori ku dan akan jadi kenangan yang paling dirindukan.

         Iya, aku merindukan mu. Banyak hal yang aku ingin tanyakan ke kamu terutama "kenapa kamu tiba-tiba menghilang seolah berjalan keluar dari kisah hidup ku?". Aku tau apapun yang ku buat dan ku lakukan saat ini untuk mu tak akan bisa merubah rasamu. Karena memang aku tak bertujuan untuk merubah rasa mu kepada ku lagi, bukan juga karena rasa yang ku punya masih sama. Tapi sayang, aku tak mengerti saat ini apa yang benar-benar ku rindukan... kamu atau kenangan kita.

         Mungkin kamu juga tak pernah mengerti apa yang ku rasakan. Sayang, bisakah kamu luangkan waktu sebentar untuk bertemu dengan ku dan mengenang kenangan kita? agar aku tau apa yang aku rindukan.

Terimakasih buat kamu.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Hi, 3

ya salah. tetapi aku masih yakin. ini bukan menyimpang. hanya sedang bosan. kembali suatu saat, kau akan bosan lagi.. lagi.. dan lagi.. -aku yang ya, salah- @erlianapbrnt

Aku Sang Titipan Pernah Berfikir

Aku pernah berfikir harusnya mereka bisa memberiku lebih dari ini. kemudian aku menangis. Aku pernah berfikir aku lebih baik dari kalian tapi nyatanya nothing. aku menangis, tapi aku menyalahkan mereka (orang tua).   Kenapa aku selalu menuntut kepada mereka? aku ini bukan siapa-siapanya. Aku hanya manusia yang dititipkan oleh tuhan pada mereka. mereka telah menjagaku, mengurusku, mendidikku, hingga seperti ini. Apa bayaranku untuknya? tidak ada yang bisa membayarkan lelahnya mereka. Lalu kenapa aku masih saja menuntut macam-macam dari mereka? atas hak apa aku menuntut kepada mereka? rasanya tak pantas sedikitpun saja belum pernah ku balas jasa mereka. Lalu aku hanya menyakiti hatinya dengan macam-macam tuntutan yang belum bisa mereka kabulkan. Sudahlah cukup. Hentikan. Carilah bahagiaku sendiri dengan sakitku dulu. Berjuanglah lebih kuat dari mereka, walau aku tau aku memang lemah jika dibandingkan dengan mereka. Namun senyum mereka akan kembali jika aku tulus dan berhasil. Jang...

Sekarang

Kisahku dan kisahmu telah berbeda Seperti yang ku sadari kau bergerak maju  Sedangkan aku tetap pada masa lalu  Masa lalu yang menyimpan kenangan-kenangan indah kita saat kau bersamaku, saat kisah kita masih menjadi satu kau telah melaluinya dengan langkah terbaik namun salahmu tak pernah mengajakku untuk melanjutkan langkah ini dan hanya meninggalkan ku sendiri yang tak mampu melangkah tanpamu