Langsung ke konten utama

Postingan

Surat Seorang Perindu

Dear kamu,          Apa kabar?, ah pertanyaan ku terlalu basabasi ya.. hehe. Banyak waktu yang terlewati begitu saja tanpa aku tahu lagi tentang kamu dan begitu juga kamu tentang aku. Tapi waktu yang sudah kita lalui bersama benar-benar masih terekam jelas dimemori ku dan akan jadi kenangan yang paling dirindukan.          Iya, aku merindukan mu. Banyak hal yang aku ingin tanyakan ke kamu terutama "kenapa kamu tiba-tiba menghilang seolah berjalan keluar dari kisah hidup ku?". Aku tau apapun yang ku buat dan ku lakukan saat ini untuk mu tak akan bisa merubah rasamu. Karena memang aku tak bertujuan untuk merubah rasa mu kepada ku lagi, bukan juga karena rasa yang ku punya masih sama. Tapi sayang, aku tak mengerti saat ini apa yang benar-benar ku rindukan... kamu atau kenangan kita.          Mungkin kamu juga tak pernah mengerti apa yang ku rasakan. Sayang, bisakah kamu luangkan waktu sebentar untuk bertemu de...

Seperti kalimat "semua akan indah pada waktunya"

Ketika tuhan memberikan apa yang kamu butuhkan bukan apa yang kamu inginkan Ketika kenyataan yang terjadi tidak sesuai dengan yang kamu harapkan Ketika kebetulan yang tidak pernah kamu duga terjadi begitu saja Semua ada alasannya, bukan hanya untuk saat ini tapi alasannya akan terjawab dimasa yang akan datang. Maka dari itu kita harus bisa bersabar. Banyak orang bilang: sabar itu ada batasnya! Mau sampe kapan?. Ini adalah kalimat yang salah. Bersabar itu tidak boleh ada batasnya. Orang yang terus bersabar akan merasakan alasan mengapa semua harus terjadi seperti itu. Kadang orang yang terlihat seolah tidak memiliki masalah apapun didalam hidupnya, itu bukan karena memang dia tidak memiliki masalah sama sekali. Orang-orang tersebut lebih pintar menyembunyikan apa yang membuat resah hatinya. Orang ini lebih percaya kepada tuhannya, bahwa masalah yang dia dapatkan tidak akan melebihi kemampuannya. Yakin, percaya, sabar, taawakal, apa yang kamu inginkan belum tentu...

Tuhan... terimakasih.

Aku sayang, iya bahkan terlalu sayang, sayang pada keluarga yang tuhan berikan untukku. Aku sayang pada mereka, mereka yang selalu merindukan ku, mereka yang tak pernah lupa tentang aku, mereka yang selalu menunggu aku untuk kembali. Aku sayang, sangat sayang pada kalian, kalian yang tak pernah lupa menyebutkan nama ku dalam doa, kalian yang selalu ikut bahagia dan bangga dengan apa yang aku capai, kalian yang selalu memberikan semangat disaat aku sudah rapuh. Tuhan terimakasih, Terimakasih atas semua manusia yang telah kau ciptakan untuk menjalani hari bersama ku. Tuhan aku tau aku sudah jauh lebih beruntung dari banyak manusia lain diluar sana, tapi satu aku merindukan seorang pengisi hati, orang yang tak ragu untuk menyayangiku, orang yang bisa menghargaiku sebagai wanita seperti ibunya, orang yang mengajakku berjalan tetap dijalanmu, orang yang ingin menjadi imam untukku ketika solat, orang yang selalu bertanggungjawab atas apa y...

"Penyesalan" ada diakhir

Aku mah apa atuh.. Haha.. Aku tau pasti akan datang saatnya. Saat kamu yang sering datang, kini menjauh karena sikap ku. Aku tau seharusnya tak seperti ini. Tak seharusnya aku datang dan pergi sesuka ku hanya karenan rasa takut ku yang tak pernah beralasan, dan tanpa memikirkan hati mu. Dengarlah, ini sebuah penyesalan yang aku dapatkan.. Maaf..

Aku Mau Pulang

Aku mau pulang.. Bukan kemanapun didunia ini, entah rasanya disini bukan rumah. Walau begitu, aku tak tau dimana aku bisa merasakan rumah. Rumah bagiku bukan hanya sebuah bangunan beratap dan memiliki pintu. Tak cukup hanya seperti itu. Rumah adalah kenyamanan, nyaman dengan apa yang ada bersama ku. Bukan karena aku tak pernah bersyukur hingga tak bisa merasa nyaman. Namun rasanya pulang ku bukanlah disini. Aku lelah.. Aku ingin istirahat.. Aku mau pulang..

Diam lebih baik

Percuma.. Berulang kalipun tetap percuma.. sia-sia. Bukan tak pernah didengar, tapi jawaban yg didapat sama saja tak pernah berbeda sekalipun, hanya hal yg tak pernah ku diharapkan. Aku lelah, bukan menyerah begitu saja.. hanya aku merasa cukup untuk kecewa berulang kali karena hal yg sama. Patut kamu tau diamku kali ini bukan karena mengiyakan semuanya, tapi karena aku tak ingin menyakiti hatiku sendiri.

Disaat harus lebih menggunakan logika dibanding hati

Cinta emang pake hati bukan logika. memilih tetap bertahan walau terus disakitin katanya karena terlanjur cinta dan yakin kalo si dia bakal berubah. terbiasa sakit hati, dan gak sadar. lalu lama kelamaan gak sanggup buat pergi padahal terlalu lemah untuk bertahan. Iyaa cinta emang pake hati. tapi bukan menghilangkan harga diri. iyaa cinta itu jangan pake gengsi tapi kalo udah nyakitin buat apa bertahan? masih banyak pilihan lain untuk bahagia. kalo kalo cintanya udah bikin gak bahagia, ngapain juga masih bertahan. karena pada dasarnya dia takakan pernah berubah dan hati tak pernah bisa dipaksa. menata ulang hati emang gak segmpang menata rumah yang berantakkan. tapi harus tau dimana saatnya lebih menggunakan logika dibanding hati. kalo kita pergi dia gakakan bisa nyakitin kita lagi kan?!. bahagia itu berasal dari kita sendiri bukan sesuatu atau seseorang yang sering disebut moodbooster. jangan pernah ngegantungin kebahagiaan kita pada seseorang, maka kita gak akan merasakan sakit yang ...